Kendati demikian, efek dari tersebarnya video ini justru berbuntut panjang lantaran banyak netizen yang menyebarkannya.

Pelaku penyebar video bisa dijerat dua pasal berlapis, yaitu Pasal 27 Ayat 1 juncto Pasal 45 Pasal 19/2019 tentang UU ITE dan Pasal 8 juncto Pasal 34 Undang Undang Nomor 44 2008 tentang pornografi.

Setelah video syur mirip dirinya viral, Gisel akhirnya merespons.

Namun, gestur Gisel ketika memberikan klarifikasi dinilai ganjil oleh Nunki, pakar ekspresi.

Nunki merasa korban yang mendapat dampak negatif dalam kasus ini seharusnya lantang membantah.

Namun hal tersebut tidak dilakukan Gisel.

Berdasarkan analisis ekspresi dari video, Gisel dinilai tidak seperti korban dan menyembunyikan sesuatu.

Gisella Anastasia dan ilustrasi video asusila (Kolase TribunStyle.com/ Instagram @gisel_la / Istimewa)

“Nah ini yang menarik ya dari respons seorang Gisel, dia tidak langsung membantah ya atau tidak justru yang bunda lihat itu dia merasa sebagai korban,” kata Nunki yang dikutip dari video YouTube Cumicumi, Minggu (8/11/2020).

Gisel, kata Nunki, tidak mengatakan secara tegas bahwa wanita yang berperan dalam video syur itu bukan dirinya.

“Ini menarik kalau merasa sebagai korban dan bukan melakukannya, harusnya kan bisa mengklarifikasi bukan saya kalau seseorang itu bukan dia pelakunya dia paling lantang berteriak untuk membuktikan jika bukan dia,” ujarnya.

Nunki mengatakan respons Gisel tidak seperti korban-korban pada umumnya.

“Gisel itu gesturnya seperti dikorbankan tapi ada yang aneh di sini kenapa biasa orang ketika merasa tidak bersalah seperti yang dituduhkan itu justru teriakannya paling nyaring untuk menantang orang-orang untuk membuktikan itu bukan dia,” lanjut Nunki.

1
2
3
4
5
6
SOURCEmedan.tribunnews.com