Di tiga zona itu mempunyai potensi gempa maksimal 8,7 SR. Bahkan bisa sampai 9,1 SR jika terjadi sekali. “Itu hasil kajian dari ITB. Tapi kita, kan, tidak bisa menentukan dan memastikan bahwa (gempa) itu hanya terjadi sekali (dengan maksimum 9,1 SR). Bisa saja gempanya kecil-kecil. Misalnya 9,1 (SR) itu gempanya pecah-pecah,” katanya.

Menurut Suwarto, gempa berpotensi menimbulkan tsunami jika terjadi dengan magnitudo di atas angka tujuh dan kedalaman kurang dari 60 kilometer. “Kemudian sumber gempanya berupa sesar naik atau sesar turun. Jadi, pergerakan sumbernya itu lempengnya naik atau turun. Kalau lempengnya itu hanya geser horisontal, kemungkinan kecil akan terjadi tsunami,” katanya.

Di Jatim sendiri, tsunami besar pernah melanda Kabupaten Banyuwangi pada 1994 silam dan memakan banyak korban jiwa. Hal yang positif dari riset ITB itu ialah menjadi dasar mitigasi sehingga masyarakat waspada. BMKG sendiri terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pencegahan dampak bencana ketika gempa dan tsunami betul-betul terjadi.

1
2
SOURCEviva.co.id