Beredar Ayam Persilangan, Masyarakat Diharap Hati-hati dalam Membeli Ayam Kampung – Usaha peternakan ayam kampung belakangan ini telah menjadi usaha yang semakin dinamis dan kompetitif. Dinamis ditandai dengan hadirnya pendatang baru baik di pembibitan dan budidaya. Kompetitif yang dimaksud persaingan yang ketat baik secara sehat maupun tidak sehat.

Tulisan ini mengupas persaingan yang tidak sehat tersebut berdasarkan data dan fakta secara objektif yang terjadi di lapangan. Tulisan ini memberikan informasi bagi pembaca yang ingin membeli ayam kampung agar hati-hati karena banyak beredar ayam persilangan.

Berdasarkan pengamatan saya di sejumlah supermarket dan pasar tradisional khususnya di Jabodetabek, tak sedikit ditemui banyaknya penjualan karkas ayam kampung yang tidak asli. Salah satu buktinya adalah kehadiran ayam dengan branding Ayam ULU yang diklaim sebagai ayam kampung tetapi bukan.

Mengapa bukan asli? Karena dalam kemasan pada Ayam ULU tersebut tidak ada tertulis “ayam kampung”. Berdasarkan asal usulnya, ayam ULU adalah persilangan antara ayam Pelung (asli Cianjur) dengan ayam ras petelur (Hubbard) dari negara Perancis.

Hubbard telah menjadi rujukan dunia untuk stok pengembangbiakan broiler. Ini jelas bukan ayam kampung asli atau ayam lokal yang ada di Indonesia.

Satu kali saya bertanya ke salah satu karyawan ritel di Jakarta, “Mengapa Anda menuliskan ayam kampung pada produk Ayam ULU?” Dengan santai ia pun menjawab, “konsumen kan tidak tahu dan kurang peduli, pak.” Mendengar jawaban dari salah satu karyawan tersebut adalah bukti bahwa ritel tersebut telah melakukan pembohongan terhadap konsumen.

1
2
3
4
Previous articlePelajar Yang Ikut Demo Tolat UU Cipta kerja Dicatat Dalam SKCK
Next articleDanjen Kopassus TNI Ikut Operasi Militer Turki dan China

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here