Andin menginap di panti asuhan. Al pun tidur seorang diri. Saat akan tidur, Al tak bisa tidur. Ia memikirkan Andin. Tiba-tiba Al halu tidur tanpa pembatas Reyna. Tapi, hanya guling yang membatasi mereka.

Al bergumam sendiri. Ia pikir, bahaya kalau Andin sampai tahu ia memikirkannya. Namun, saat berbalik ke arah Andin ia kaget melihat Andin sudah terduduk disampingnya.

Melihat Al galau, Andin mulai jail. Andin pun sangat genit menggoda Al. Mengatakan, kalau Al kangen sama dirinya. Al meminta pada Andin agar tak geer.

Tapi, Andin terus menggoda Al mengatakan sayang suami aku. Al mulai jutek meminta Andin diam. Tapi Andin semakin kecentilan. Ternyata, itu hanya bayangan Al saja.

Saat akan tidur, tiba-tiba ada gempa cukup besar. Semua orang berhamburan keluar rumah. Tapi Andin dan Reyna terjebak di kamar tidur tak bisa keluar.

Al segera pergi ke panti untuk menolong Andin dan Reyna. Ternyata, Nino juga sama sangat mengkhawatirkan Reyna jadi pergi ke Panti.

Andin dan Reyna terjebak di kamarnya. Al dan Nino bekerja sama membuka teralis panti. Tapi Al heran kenapa Nino ada di panti asuhan.

Al mengingatkan Nino agar tak mendekati Reyna yang ada di bawah pengasuhannya. Tapi Nino mengatakan kalau hak asuh Al sudah dicabut. Al dan Nino pun terang-terangan bersaing memperebutkan Reyna.

Sementara di penjara Elsa, keadaan menjadi hiruk pikuk. Semua tahanan panik menyelamatkan diri. Melihat situasi kacau, Elsa malah memanfaatkan situasi dan kabur. Tapi, polisi berhasil menangkap Elsa lagi.

1
2
3